h1

Tim Sukses Assik Minta Pilkada Serang Diulang

Mei 14, 2010

Pilkada Kab. Serang

SERANG – Tim pasangan Andy Sujadi-Sukeni (Assik), meminta agar Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Serang digelar ulang, karena pelaksanaan Pilkada pada 9 Mei 2010 lalu, dinilai sarat kecurangan yang dilakukan oleh pasangan lainnya dengan cara membagi-bagikan uang kepada pemilih. Selain itu, tim Assik juga menemukan kekacauan dalam daftar pemilih tetap (DPT).
Sebelumnya, massa pendukung Assik dikabarkan akan menggelar unjuk rasa di kantor KPU. Di sisi lain, massa pendukung pasangan Taufik Nuriman- Tatu Chasanah juga berencana serupa. Namun, aksi massa dari kedua kubu, hingga Rabu (12/5) sore, tak kunjung muncul.
Kepada wartawan usai membatalkan demo ke Kantor KPU Kabupaten Serang, Rabu (12/5), Ketua Tim Advokasi Assik Mukhtar Karim mengatakan, KPU harus menunjukkan netralitasnya kepada publik dengan menggelar pilkada ulang, sehingga kepercayaan publik terobati. “Tim kami menemukan kejanggalan soal DPT. Ada anak usia 12 tahun yang mendapatkan kartu pemilih dan diloloskan oleh petugas. Ini baru salah satu masalah yang kita ungkapkan di publik, belum lagi ada politik uang yang dilakukan salah satu calon sehari sebelum pelaksanaan pilkada”.
Sementara itu, Ketua Tim Sukses Assik Sufiyani Sidik mengaku akan menghormati keputusan KPU apabila memang tidak ditemukan persoalan-persoalan pada pelaksanaan pilkada. “Prinsipnya kita legowo menerima kekalahan apabila tidak ada kecurangan. Namun, apabila kecurangan yang kita temukan terbukti maka akan kita proses melalui hukum yang berlaku,” kata Sufiyani.
Ketua Tim Sukses Tuntas Iwan Kusuma Hamdan menegaskan, pihaknya tidak pernah melakukan kecurangan dalam pelaksanaan pilkada, karena semua proses dilakukan sesuai aturan. “Kita yakin tim di lapangan pun melakukan dengan prosedur yang telah ditetapkan KPU,” katanya.
Sebelumnya, massa Assik membatalkan demo ke Kantor KPU Kabupaten Serang pada Rabu (12/5) pagi, karena massa yang hadir terlalu sedikit. Meski aksi batal, tapi pantauan Radar Banten di lapangan, ratusan aparat kepolisan disiagakan di dua arah yang berbeda. Bahkan, polisi memasang pagar kawat di sekitar kantor KPU dan menyebar ratusan polisi yang berbaju preman. Saat dikonfirmasi terkait pembatalan aksi, Mukhtar, koordinator aksi mengatakan, pembatalan terpaksa dilakukan karena massa yang datang tidak sesuai target yaitu 300 orang.
Kapolres Serang AKBP Indra Gautama yang hadir pada waktu itu, mengatakan, penjagaan yang dilakukan kepolisian merupakan langkah antisipasi agar tidak terjadi bentrokan antarmassa. “Kita terima pemberitahuan bahwa ada dua massa yang demo, yaitu massa yang meminta pilkada ulang dan satunya lagi yang mendukung KPU agar tidak melakukan pilkada ulang makanya kita pasang kawat berduri,” kata Indra. (kar)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: