h1

Kelapa di Tanah Pemerintah Ditebang Tanpa Izin

Mei 14, 2010

Penebangan Pohon Kelapa

Penebangan pohon kelapa di Blok Sanim, Kampung Sanim, Kelurahan Juhut, Kecamatan Karangtanjung, itu melanggar Perda Nomor 17 Tahun 1996 tentang Izin Penebangan Kayu, Bambu, Penggunaan Gergaji Rantai, dan Pengolahan Kayu, Bambu.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) BBI Tanaman Perkebunan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Pandeglang Aca Juarsa saat dikonfirmasi membenarkan penebangan pohon kelapa di kebun Induk Kelurahan Juhut. Menurut dia, penebangan pohon dilaksanakan sejak tanggal 5 sampai 10 Mei. Namun dia tidak mengetahui siapa yang memerintahkan penebangan dan untuk kepentingan apa pohon kelapa itu ditebang.
“Warga yang mendapat tugas menebang tak menyebutkan siapa yang memerintah. Warga hanya mengatakan bahwa pohon kelapa ini untuk kepentingan Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Provinsi Banten,” tukas Aca, seraya menambahkan, persoalan itu telah dilaporkan ke Distanbun Pandeglang pada tanggal 10 Mei 2010. “Kami terpaksa lapor ke Distanbun karena teguran kami agar kegiatan itu dihentikan hingga perizinannya jelas tidak digubris,” kata Aca. Berdasarkan pendataan Aca, pohon kelapa yang ditebang berjumlah 26 pohon. Batang pohon itu sudah digergaji dan siap digunakan.
Sementara itu, Sekretaris Distanbun Kabupaten Pandeglang Agus Sumardani mengakui adanya surat masuk dari UPT BBI terkait penebangan pohon kelapa kawasan BBI Perkebunan di Blok Sanim, Kampung Sanim, Kelurahan Juhut, Kecamatan Karangtanjung.
“Laporan ini sudah ditebuskan ke Satpol PP untuk ditindaklanjuti,” katanya yang mengatakan pelaporan ke Satpol PP itu atas izin kepala dinasnya.
Dihubungi via telepon Kasi Penegak Perundang-undangan dan Perda (PPUP) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Pandeglang Kuncahyo menegaskan, penebangan pohon kelapa di BBI di Kelurahan Juhut melanggar prosedur.
Dihubungi terpisah, Kepala DPKAD Banten Engkos Kosasih menjelaskan, penebangan puluhan pohon kelapa itu dilatarbelakangi upaya penelusuran aset-aset milik Pemprov Banten eks Jawa Barat. “Dari penelusuran itu kami menemukan kebun yang merupakan aset Pemprov Banten eks Jawa Barat, yang ditanami pohon-pohon kelapa yang sudah tua. Ada 20-an pohon kelapa yang ditebang. Pohon kelapa tua itu kita tebangi. Perkebunan itu akan diremajakan dengan ditanami jati atau jengjeng (albasia-red). Kayu kelapa itu sudah kita jual, dapat sekira enam jutaan lalu disetorkan ke kas daerah,” papar Engkos.
Masih dari penelusuran aset itu, jelas Engkos, pihaknya juga berhasil menemukan aset serupa di tiga lokasi di Cikeusik, berupa sawah dan kebun. Sebelum penebangan, DPKAD sudah mengajukan perizinan. “Pol PP Pandeglang juga sudah ke lokasi,” terangnya. Ditambahkan, jika urusan perizinan aset Pemprov sudah selesai, pengelolaan akan diserahkan ke instansi terkait, seperti Dinas Kehutanan dan Perkebunan.  Radar Banten (zis/esl)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: