h1

Pemprov Didesak Perbaiki Ruas Jalan Merak

April 19, 2010

Ruas Jalan Merak

CILEGON – Sejumlah warga Pulomerak mengeluhkan parahnya kerusakan sepanjang ruas jalan Merak menuju Suralaya.
Warga mendesak Pemprov Banten memperbaiki kerusakan jalan berstatus jalan negara tersebut.
Shinta Khoiril Mala (24), warga Komplek PLTU Suralaya, Kelurahan Suralaya, Kecamatan Pulomerak, mengungkapkan, kerusakan jalan saat ini semakin parah. Selain lubang besar, jalananan becek juga terlihat akibat luapan air dari drainase yang buruk. “Saya heran, kenapa ruas jalan yang semakin rusak belum diperbaiki pemerintah,” tegas Shinta, Minggu (18/4).
Keluhan juga terungkap dari Endang Effendi, anggota Komisi III DPRD Cilegon asal Suralaya, Kecamatan Pulomerak. Endang yang kerap melintasi jalan tersebut mengaku resah dan tak nyaman dengan rusaknya jalan tersebut.
Anggota DPRD asal Partai Golkar ini bahkan mengaku heran dengan sikap Pemprov Banten yang membiarkan jalan tersebut dalam kondisi rusak parah. Sebab, jalan itu merupakan akses industri yang sering dilalui kendaraan berat. Namun mengapa kondisinya dibiarkan tak terurus. “Harusnya pemerintah memperkuat infrastruktur jalan. Apalagi ini merupakan akses industri bagi kendaraan yang hendak ke Merak. Lantas pajak yang dibayarkan itu dilarikan kemana, kok jalannya dibiarkan rusak,” tegas Endang.
Endang mendesak Pemprov Banten segera memperbaiki jalan itu. Endang tidak ingin masyarakat dirugikan atas kerusakan jalan negara yang dibiarkan terus menerus. “Saya minta pemprov segera menangani secepatnya,” tandas dia.
Desakan agar Pemprov Banten segera memperbaiki jalan negara juga datang dari Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Cilegon Isbatullah Alibasja. Isbatullah mengaku kerap mendapat keluhan dari pihak industri akibat kerusakan yang terjadi di Kawasan Cigading-Ciwandan. “Saya menilai pembangunan jalan di kawasan Cigading-Ciwandan oleh Pemprov Banten hanya setengah hati. Ini terlihat dari pengerjaan pembetonan jalan di kawasan Cigading dan Ciwandan yang tidak menyeluruh,” ujarnya.
Seharusnya, kata Isbatullah, pembetonan jalan dilakukan secara menyeluruh. “Tidak bisa dipungkiri, sejumlah industri di Cilegon penyumbang PAD terbesar Banten. Kalau Pemprov Banten beralasan tidak ada anggaran sangat tidak mungkin. Sebab, masyarakat dan industri pun membayar pajak. Radar Banten

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: