h1

Di Banten, Baru 10 Persen Warga Terlayani Air Bersih

April 14, 2010

PUSPEM – Pelayanan air bersih bagi warga masih tergolong minim. Bahkan, di Provinsi Banten, baru sekitar 10 persen yang terlayani air bersih.

Secara nasional, cakupan kebutuhan yang terlayani baru sekitar 45 persen dari rata-rata pertumbuhan penduduk perkotaan.

Kepala Badan Pengelolaan Sumber Air Minum (BPSAM) Budi Sutjahjo mengungkapkan, kebutuhan air bersih bagi masyarakat sangat tinggi.                       Tapi kapasitas penyediaannya masih minim.

Ia mengakui, selain pelayanan yang masih rendah, kualitas air baku saat ini kondisinya memprihatinkan, Ini akibat pencemaran yang dilakukan industri.
Pihaknya mencatat, sekitar 76,3 persen dari 53 sungai di Jawa, Sumatera, Bali, dan Sulawesi tercemar. “Sungai-sungai di perkotaan umumnya tercemar, termasuk Sungai Cisadane,” kata Budi, saat menjadi pembicara Seminar dan Workshop Hari Air Sedunia, di Puspem Kota Tangerang, Selasa (13/4).
Kegiatan ini digelar Pusat Telaah Informasi Regional (Pattiro) bekerja sama dengan PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang.
Pembicara lain Direktur Utama PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang Achmad Marju Kodri dan Walikota Tangerang Wahidin Halim sebagai keynote speaker.
Direktur Utama PDAM Tirta Benteng Ahmad Marju Kodri mengungkapkan, krisis air bersih juga terjadi di Kota Tangerang. Sungai Cisadane yang selama ini menjadi sumber air tak menjamin dapat berlangsung selamanya. Namun, Kota Tangerang memiliki potensi Sungai Mokervart yang selama ini terbengkalai. “Sungai mokervart telah kami usulkan dijadikan sumber air baku untuk daerah ini,” kata Kodri.
Walikota Tangerang Wahidin Halim mengakui, pelayanan dan ketersediaan air bersih di Kota Tangerang menjadi isu utama pemerintahannya. Wahidin menilai, pembangunan di bidang lain, seperti infrastuktur, sudah cukup baik. “Soal air bersih ini memiliki korelasi terhadap semua sektor. Termasuk sangat erat kaitannya dengan mental dan sikap hidup masyarakat. Kalau kita tidak bisa menjaga kebersihan sungai, krisis air bersih akan terus terjadi,” kata Wahidin. (dai)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: