h1

Tanam Padi Jajar Legowo Diminati

Mei 20, 2010

padi jajar legowo Kabupateb Lebak. Pengembangan sistem penanaman pola jajar legowo di Kabupaten Lebak diminati sejumlah petani karna memiliki keunggulan produksi dan pemeliharaan yang cukup sederhana.

“Selama Januari,kami banyak menerima petani serang,cilegon,dan anyeruntuk belajar legowo,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) pertanian Kecamatan Malingping Kab Lebak,Endang Cucu,kemarin.
Endang mengatakan,penerapan tanaman jajar legowo sangat menguntungkan bagi petani karna produksi padi meningkat dua kali lipat dari tanaman biasa. Produksi padi bias mencapai tujuh sampai Sembilan ton gabah kering pungut (GKP) per hectare dan bisa memberi keuntunga sekitar Rp. 6-7 Juta per hectare.

Oleh karna itu,kata dia,banyak petani dari sejumlah daerah di Provinsi Banten belajar legowo ke Kecamatan Malingping. Selama ini,Kecamatan Malingping menjadi daerah surplus beras setelah diterapkan penanaman sistem legowo. “Setiap musim panen,Malingping selalu memenuhi kebutuhan beras di Banten,”katanya.
Dia juga mengatakan,jika musim tanam padi sawah petani disini sudah menerapkan teknologi legowo karna selain produksinya meningkat juga tahan hama. Sebagian besar petanimengunakan benih veriatas ciherang karna mutunya bagus,sehingga petani lebih percaya terhadap benih tersebut.

Menurut dia,awalnya petani di sini masih menggunakan penanaman pola lama karna mereka tidak mengunakan sistem penanaman yang dikembangkan pemerintah melalui Dinas Pertanian setempat. Akan tetapi,ketika program pengembangan pengelolaan tanaman terpadu (PTT) dikenalkan tahun 2005,akhinya petani menerima teknologi penerapan legowo.

padi jajar legowo “Saat ini pengetahuan petani meningkat dengan menggunakan pola tanam legowo,”katanya.
Suryadi,petani Anyer Kabuparen Serang,salah seorang peserta studi banding legowo di Kecamatan Malingping mengatakan penggunaan teknologi legowo sangat tepat diterapkan diwilayahnya.
Dia mengaku petani diwilayah Anyer hingga kini menggarap lahannya dengan pola tanam yang masih tradisional,sehingga produksi padi tidak berkembang,bahkan banyak petani beralih profesi lain.
“Setelah saya belajar disini tentu akan dikembangkan dikampung karna teknologinya begitu sederhana,” katanya.
Sementara itu,Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura,Dinas Pertanian Kabupaten Lebak,Dede Supriatna,mengatakan sekitar 30 persen atau 19.000 Hektare dari 47.000 Hektare luas lahan sawah petani sudah menerapkan teknologi penanaman legowo. Penerapan teknologi legowo harus didukung oleh ketersediaan saluran pengairan,pupuk,benih yang berkualitas.

Dia menjelaskan,pola jajar tanam legowo ada yang menggunakan 2:1 ,semua tanaman seolah olah berada pada barisan pinggir pematang ada juga pola 4:1 ,separuh tanaman berada pada bagian pinggir. Keuntungan jajar legowo itu,lanjut dia,sangat memudahkan pemeliharaan tanaman juga meningkatkan produktivitas padi sampai 12-22 persen.
“Penerapan jajar legowo ini tentu bias mendongkrak produksi padi di Lebak,” katanya. (Ant) Sumber : banten.litbang.deptan.go.id

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: